wisata indonesia

Industri pariwisata sempat tersungkur, namun kini kembali menjadi salah satu sektor dengan pemulihan tercepat di Indonesia. Dengan ribuan destinasi alam dan budaya, Indonesia memiliki potensi wisata kelas dunia yang terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tahun perjalanan terbaru menunjukkan pemulihan kuat dengan lebih dari 275 juta perjalanan wisata lokal dalam setahun, meningkat +18% dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi pariwisata terhadap ekonomi diperkirakan mencapai 4,5% PDB dan ditargetkan terus menanjak dalam beberapa tahun mendatang.

Hal yang menarik, sekitar 85% wisatawan memilih perjalanan domestik, menandakan betapa besar daya tarik destinasi dalam negeri dan peluang bagi pelaku usaha kecil di sektor travel.

Tren Wisata

Data tingkah laku wisatawan menunjukkan perubahan positif berikut:

  • Wisata alam & petualangan: meningkat +26%

  • Wisata budaya & kuliner: meningkat +21%

  • Staycation di hotel/resort lokal: meningkat +35%

  • Ecovillage & desa wisata: meningkat +19%

Provinsi yang mengalami lonjakan pengunjung paling tinggi:

Daerah Wisata Pertumbuhan Kunjungan
Bali +24%
Yogyakarta +19%
Jawa Barat (Bandung, Pangandaran) +17%
NTB (Lombok, Mandalika) +22%

Selain itu, 75% pemesanan perjalanan kini dilakukan secara online—mulai tiket, hotel, hingga paket tur. Digitalisasi ini menjadi peluang besar bagi travel agent lokal untuk memperluas jaringan pemasaran tanpa batas.

Peluang Pelaku Usaha Travel

Sektor UMKM sangat berperan dalam industri pariwisata, terutama:

  • Homestay & guesthouse
  • Rental kendaraan & pemandu wisata
  • Paket wisata tematik
  • Kuliner lokal & suvenir kreatif

Dengan 43% wisatawan domestik lebih memilih pengalaman lokal otentik daripada wisata mainstream, pelaku usaha di daerah dapat menciptakan produk tur tematik seperti:

✨ Tur kopi desa
✨ Wisata budaya & belajar kerajinan
✨ Jelajah kuliner kampung
✨ Wisata healing & wellness retreat

Ke depan, pariwisata Indonesia diproyeksikan tumbuh kuat seiring peningkatan pendapatan masyarakat, perbaikan infrastruktur, dan tren explore local yang semakin populer di kalangan milenial dan Gen-Z