BISNIS MLM : BOM WAKTU KEGAGALAN ITUPUN AKHIRNYA MELEDAK
Ingin menjadi wirausahawan? Pebisnis mandiri? Atau sedang mencari bisnis online? Semacam waralaba atau franchise online? Ya, ya! Tapi jangan tawari saya MLM! Kenapa? Menjalankan MLM tak semudah seperti yang dikatakan orang! Bonusnya susah naik! Bagaimana kalau Sistem Binnary? Dua kaki, cepat berbonus dan cepat besar pula? Heh! Saya ini orang terhormat yang anti pada bisnis money game! Itu khan penipuan dan ilegal!
Perdebatan macam di atas dewasa ini marak terjadi. Wajar. Ketika banyak orang menaruh harapan besar pada MLM, di saat yang bersamaan bisnis tersebut sekaligus sedang menyulut bom waktu. Disadari atau tidak oleh para perusahaan penyelenggara, bisnis MLM telah digerogoti oleh penyakit yang ia ciptakan sendiri.
Hampir sebagian besar bisnis MLM menggunakan sistem yang kurang fair dalam memberikan kompensasi bagi para distributornya. Misalnya saja tentang model pemberian bonus yang berbau prestise macam mobil mewah, rumah mewah, tour ke luar negeri dan sebagainya. Kita tidak sadar, bahwa sebenarnya model bonus macam ini hanyalah akal-akalan perusahaan untuk menyelamatkan sebagian keuntungannya agar tidak lari ke para membernya.
Hingga tidak mengherankan jika bom waktu kegagalan kini meledak di mana-mana. Dan akumulasi kegagalan adalah kejenuhan yang memuncak di kalangan masyarakat. Lebih parah lagi, banyak pihak berkepentingan yang tidak jujur dalam menanggapi hal ini. Kegagalan seseorang selalu dipolitisir dengan alasan mentalitas individu : kurang gigih, gampang menyerah, terlalu cepat keluar, ingin cepat kaya dan sebagainya.
MONEY GAME : Solusi yang Malah Bermasalah
Sebenarnya sisi lemah bisnis MLM - terutama tentang tingkat kesukarannya - sudah sering coba di atasi oleh berbagai pihak. Munculnya sistem binnary, money game, arisan berantai hingga piramyd scheme sebenarnya merupakan reaksi pasar dalam mencoba memenuhi rasa haus masyarakat pada pasive income. Namun, karena seluruh bisnis tersebut tidak legal, berunsur penipuan dan memang cacat moral, yang terjadi belakangan adalah kian alerginya masyarakat pada bisnis yang bersifat networking.
Lalu adakah solusi bagi Saya dan Anda keluar dari kemelut ini ?
|